KURIKULUM PELATIHAN KADER
PEMBENTUKAN USAHA KESEHATAN GIGI DI
LINGKUNGAN KELUARGA
DESA PAJOMBLANGAN KECAMATAN
KEDUNGWUNI
KABUPATEN PEKALONGAN
TAHUN 2020
Disusun
Oleh :
Nama : Faroh Arina
Zulfa
NIM : P1337425217032
Semester : VII
DIPLOMA IV KEPERAWATAN GIGI
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES
SEMARANG
2020
A. Latar
Belakang
Menurut Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan, yang dimaksud kesehatan adalah keadaan sehat baik secara fisik,
mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk hidup
produktif secara sosial dan eknomis. Kesehatan yang perlu diperhatikan selain
kesehatan tubuh secara umum, juga kesehatan gigi dan mulut. Kebanyakan orang
menomorduakan kondisi kesehatan gigi dan mulut. Namun perlu diingat bahwa gigi
merupakan satu kesatuan dengan anggota tubuh kita yang lain. Kerusakan pada gigi dapat mempengaruhi
kesehatan anggota tubuh lainnya, sehingga akan mengganggu aktivitas sehari-hari
(Pratiwi, 2007).
Kesehatan gigi dan mulut sebagai bagian integral
dari kesehatan umum merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang
memerlukan penanganan secara komprehensif, dimana yang banyak diderita
masyarakat adalah karies gigi dan periodontitis.
Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2018
menunjukkan bahwa prevalensi nasional terhadap masalah kesehatan gigi dan mulut
adalah 57,6%. Selain itu perilaku masyarakat dalam bidang pencegahan karies
gigi juga masih rendah, prevalensi nasional menyikat gigi setiap hari adalah
94,7% namun dari jumlah tersebut yang menyikat gigi saat yang tepat hanya 2,8
%.
Berdasarkan data diatas, perilaku dalam menjaga kesehatan
gigi dan mulut masih sangat rendah sehingga diharapkan dapat menjadi gerakan
yang dapat diterapkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu,
diperlukan pembentukan Usaha Kesehatan Gigi Masyarakat (UKGM) di Posyandu untuk
membantu upaya peningkatan derajat kesehatan gigi dan mulut yang optimal.
Dari data diatas, serta melihat kondisi Posyandu di
Desa Pajomblangan yang saat ini belum ada kegiatan kader untuk kesehatan gigi
dan mulut, maka perlu dilakukan intervensi sebagai langkah awal untuk mengatasi
masalah kesehatan gigi dan mulut yang terdapat di Desa Pajomblangan Kecamatan
Kedungwuni yaitu dengan menyelenggarakan pelatihan kader dalam pembentukan
UKGM. Namun, melihat kondisi saat ini sedang pandemi Covid19 maka pelatihan
kader dilakukan pada lingkungan keluarga, tidak pada posyandu di Desa
Pajomblangan.
Untuk maksud
tersebut, perlu disusun buku kurikulum pelatihan kader di lingkungan keluarga sehingga
dapat digunakan sebagai acuan untuk menyelenggarakan pelatihan bagi keluarga.
Dengan demikian, pelatihan tersebut diharapkan menghasilkan kader di lingkungan
keluarga yang handal dalam upaya pengembangan kesehatan di keluarganya.
B. Pendekatan
Pelatihan
Pelatihan ini
diselenggarakan dengan berdasarkan pendekatan berikut.
1. Berdasarkan
Masalah (Problem Based), yakni proses pelatihan didekatkan pada permasalahan
nyata yang ada di lapangan.
2. Berdasarkan
Kompetensi (Competency Based), yakni proses pelatihan selalu berupaya untuk
mengembangkan keterampilan berjenjang langkah demi langkah menuju kemampuan
paripurna.
3. Pembelajaran
Orang Dewasa (Adult Learning), yakni proses pelatihan yang diselenggarakan
dengan pendekatan pembelajaran orang dewasa, yang selama pelatihan peserta
berhak untuk:
a) Didengarkan
dan dihargai pengalamannya.
b) Dipertimbangkan
setiap ide dan pendapat, sejauh berada di dalam konteks pelatihan.
c) Dihargai
keberadaannya.
4. Pembelajaran
Dengan Melakukan (Learning by Doing), yang memungkinkan peserta untuk:
a) Berkesempatan
melakukan eksperimentasi dari materi pelatihan dengan menggunakan metode
pembelajaran antara lain diskusi kelompok, studi kasus, simulasi, role play
(bermain peran), dan latihan (exercise) baik secara individu maupun kelompok.
b) Melakukan
pengulangan ataupun perbaikan yang dirasa perlu.
C. Peran
Dan Kompetensi
Peserta yang telah menyelesaikan Pelatihan Kader di lingkungan keluarga mempunyai
peran dan kompetensi sebagai berikut.
1. Peran
Kader
sebagai penyelenggara meningkatkan kesehatan gigi di keluarga.
2. Kompetensi
Peserta latih mempunyai kompetensi:
a) Memahami
tugas-tugas kader dalam penyelenggaraan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan
keluarga.
b) Mampu
memahami masalah kesehatan gigi dan mulut pada sasaran.
c) Mampu
menggerakkan anggota keluarga
d) Mampu
melakukan penyuluhan.
e) Mampu
melaksanakan rujukan, pencatatan dan pelaporan.
f) Mampu
menyusun rencana tindak lanjut.
D. Tujuan
Pelatihan
1. Tujuan
Umum
Setelah
selesai pelatihan, peserta mampu menyelenggarakan kegiatan kesehatan gigi dan
mulut di lingkungan keluarga.
2. Tujuan
Khusus
Setelah
selesai pelatihan, peserta mampu:
a) Memahami
tugas-tugas kader dalam penyelenggaraan kesehatan gigi dan mulut di lingkungan
keluarga.
b) Memahami
masalah kesehatan gigi dan mulut pada sasaran.
c) Menggerakkan
anggota keluarga.
d) Mampu
melakukan penyuluhan.
e) Melaksanakan
rujukan, pencatatan dan pelaporan
f) Menyusun
rencana tindak lanjut.
E. Peserta,
fasilitator, narasumber, dan penyelenggara
1. Peserta
a) Kriteria
peserta
Kader yang berasal dari keluarga.
b) Jumlah
peserta
Jumlah
peserta pelatihan kader di keluarga antara 2-3 orang .
2. Fasilitator
Mahasiswa
Jurusan Keperawatan Gigi semester VII
3. Narasumber
Mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi
semester VII
4. Penyelenggara
Pelatihan dapat diselenggarakan oleh
Mahasiswa Jurusan Keperawatan Gigi
semester VII
F. Struktur
Program
Untuk mencapai tujuan pembelajaran di atas, materi
pelatihan disusun dengan struktur program yang terdiri dari:
1. Materi
Dasar
2. Materi
Inti
3. Materi
Penunjang
|
No |
Materi |
|
Waktu (Jpl) |
|||
|
1. |
Materi Dasar |
|
T |
P |
PL |
Jumlah |
|
|
Pengelolaan UKGM |
|
2 |
0 |
0 |
2 |
|
2. |
Materi Inti |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Bagian, bentuk dan fungsi gigi |
1 |
2 |
0 |
3 |
|
|
2. |
Penyakit gigi dan mulut |
1 |
2 |
0 |
3 |
|
|
3. |
Kelompok rawan terhadap penyakit gigi
dan mulut |
1 |
2 |
0 |
3 |
|
|
4. |
Menjaga kebersihan gigi dan mulut |
1 |
2 |
0 |
3 |
|
|
5. |
Upaya menjaga kesehatan gigi dan mulut |
2 |
2 |
0 |
4 |
|
|
6. |
Rujukan, Pencatatan dan pelaporan |
1 |
3 |
0 |
4 |
|
|
7. |
Pemeriksaan sederhana (simulasi KMGS) |
1 |
0 |
3 |
4 |
|
3. |
Materi Penunjang |
|
|
|
|
|
|
|
1. |
Lomba Sikat Gigi |
0 |
0 |
2 |
2 |
|
|
2. |
Rencana Tindak Lanjut (RTL) |
0 |
2 |
0 |
2 |
|
|
Jumlah Total |
|
10 |
15 |
5 |
30 |
Keterangan :
T :
Teori
P :
Penugasan
PL :
Praktik lapang
1 Jpl :
45 menit
G. Diagram
Proses Pembelajaran Dan Metode Pembelajaran
1. Diagram Proses Pembelajaran
2. Proses
dan Metode Pembelajaran
a) Proses
pembelajaran proses pelatihan dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut.
1) Dinamisasi
dan penggalian harapan peserta serta membangun komitmen belajar di antara
peserta.
2) Persiapan
peserta sebagai individu atau kelompok yang mempunyai pengaruh terhadap
perubahan perilaku dalam menciptakan iklim yang kondusif dalam melaksanakan
tugas.
3) Penjajakan
awal peserta dengan memberikan tes awal (pre-tes).
4) Review
semua materi baik teori maupun praktik untuk memantapkan pengetahuan dan
keterampilan peserta.
5) Evaluasi
akhir untuk menilai keberhasilan pencapaian kompetensi peserta.
b) Metode
pembelajaran metode pelatihan ini berdasarkan pada prinsip:
1) Orientasi
kepada peserta meliputi latar belakang, kebutuhan dan harapan yang terkait
dengan tugas yang akan dilaksanakan setelah mengikuti pelatihan, memberikan
kesempatan belajar dengan melakukan (learning by doing), dan belajar atas pengalaman
(learning by experience).
2) eran
serta aktif peserta (active learner participatory) sesuai dengan pendekatan
pembelajaran (learning).
3) Pembinaan
iklim yang demokratis dan dinamis untuk terciptanya komunikasi dari dan ke
berbagai arah.
4) Pengalaman
praktik kerja lapang untuk membiasakan peserta melaksanakan tugasnya.
Oleh sebab itu, metode yang digunakan selama proses
pembelajaran di antaranya
adalah:
1) Ceramah
singkat dan tanya jawab.
2) Curah
pendapat, untuk penjajakan pengetahuan dan pengalaman peserta terkait dengan
materi yang akan diberikan.
3) Penugasan
berupa: diskusi kelompok, studi kasus, tugas baca, bermain peran (role play),
simulasi, dan praktik lapang.
H. Garis-garis
Besar Program Pembelajaran (GBPP)
1. Materi
Dasar
|
Materi Dasar |
|
Pegelolaan UKGM |
|
Waktu |
: |
2 Jpl (T = 2 Jpl, P= 0 Jpl, PL= 0 Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan gigi khususnya mengenai UKGM serta dapat
memberdayakan diri untuk menjalankan kegiatan tersebut. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami pengertian
UKGM 2. Peserta latihan memahami manfaat
UKGM 3. Peserta latihan memahami manajement
UKGM 4. Peserta latihan memhami materi yang
diberikan serta dapat
memberdayakannya dalam tugasnya dengan baik sebagai seorang kader di
lingkungan keluarga. |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Pengertian UKGM 2. Manjement UKGM 3. Apa saja yang akan dilakuakan oleh
kader UKGM |
|
Metode |
: |
Ceramah dan tanya jawab |
|
Media |
: |
Slide |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
2. Materi
Inti
|
Materi Inti 1 |
: |
Baagian, bentuk dan fungsi gigi |
|
Waktu |
: |
3 Jpl (T = 1 Jpl, P = 2 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami bagian
bagian gigi 2. Peserta latihan memahami macam
bentuk dan fungsi gigi 3.Peserta latihan memahami materi yang
diberikan serta dapat menyampaikannya kepada orang lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Bagian gigi 2. Bentuk dan fungsi gigi |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
penugasan dan diskusi |
|
Media |
: |
1. Modul, slide, lembar
penugasan/bergambar |
|
Alat bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 2 |
: |
Penyakit gigi dan mulut |
|
Waktu |
: |
3 Jpl (T = 1 Jpl, P = 2 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami pengertian
penyakit gigi dan mulut 2. Peserta latihan memahami macam-macam
penyakit gigi dan mulut 3. Peserta latihan memahami penyebab penyakit
gigi dan mulut |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Pengertian penyakit gigi dan mulut 2. Macam-macam penyakit gigi dan mulut 3. Penyebab penyakit gigi dan mulut. |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
penugasan, diskusi |
|
Media |
: |
Modul, slide, lembar
penugasan/bergambar |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 3 |
: |
Kelompok rawan terhadap penyakit
gigi dan mulut |
|
Waktu |
: |
3 Jpl (T = 1 Jpl, P = 2 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami pengertian
kelompok resiko tinggi terhadap kesehatan gigi dan mulut 2. Peserta latihan memahami kelompok
resiko tinggi terhadap kesehatan gigi dan mulut 3. Peserta latihan memahami materi
yang diberikan serta dapat menyampaikannya kepada orang lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Pengertian kelompok resiko tinggi 2. Orang yang termasuk kelompok resiko
tinggi |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab, penugasan
dan diskusi |
|
Media |
: |
1. Modul, slide, lembar
penugasan/bergambar |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 4 |
: |
Cara memelihara kebersihan gigi
dan mulut |
|
Waktu |
: |
3 Jpl (T = 1 Jpl, P = 2 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami tentang
pengertian dan manfaat menyikat gigi 2. Peserta latihan memahami tentang
memilih sikat dan pasta gigi yang dianjurkan 3. Peserta latihan memahami tentang
cara menyikat gigi yang baik dan benar 4. Peserta latihan dapat
mendemonstrasikan cara gosok gigi yang benar 5. Peserta latihan memahami cara
memelihara kebersihan gigi dan mulut serta dapat menyampaikannya kepada orang
lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Pengertian dan manfaat menyikat
gigi 2. Memilih sikat dan pasta gigi yang
dianjurkan 3. Cara menyikat gigi yang baik dan
benar |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
penugasan dan diskusi |
|
Media |
: |
1. Modul, slide, lembar
penugasan/bergambar |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 5 |
: |
Upaya menjaga kesehatan gigi dan
mulut |
|
Waktu |
: |
4 Jpl (T = 2 Jpl, P = 2 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami tentang
makanan yang menyehatkan dan makanan yang dapat merusak gigi 2. Peserta latihan memahami tentang
makan makanan yang bergizi dan cukup mengandung zat kapur (kalsium). 3. Peserta latihan memahami tentang
waktu kontrol gigi yang dianjurkan. 4. Peserta latihan memahami cara memelihara
kesehatan gigi mulut serta dapat menyampaikannya kepada orang lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Makanan yang menyehatkan dan
makanan yang dapat merusak gigi 2. Makanan yang bergizi dan cukup
mengandung zat kapur (kalsium). 3. Waktu kontrol gigi yang dianjurkan |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
diskusi dan praktik lapangan |
|
Media |
: |
Modul, slide |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 6 |
: |
Rujukan, pencatatan dan pelaporan |
|
Waktu |
: |
4 Jpl (T = 1 Jpl, P = 3 Jpl, PL = 0
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1.Peserta latihan memahami pencatatan,
laporan dan membuat rujukan 2. Peserta latihan memahami materi
yang diberikan serta dapat menyampaikannya kepada orang lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Rujukan, pencatatan dan pelaporan 2. Peserta memperagakan cara pengisian
laporan dan pembuatan rujukan |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
diskusi dan penugasan |
|
Media |
: |
1. Modul, slide, lembar penugasan |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Inti 7 |
: |
Cara pemeriksaan sederhana |
|
Waktu |
: |
4 Jpl (T = 1 Jpl, P = 0 Jpl, PL = 3
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
1. Peserta latihan memahami tentang
cara-cara pemeriksaan sederhana 2. Peserta latihan memahami pengisian
KMGS dan KASIH 3. Peserta latihan memahami materi
yang diberikan serta dapat menyampaikannya kepada orang lain |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Cara pemeriksaan sederhana 2. Pengisian KMGS dan KASIH |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
diskusi dan praktik lapangan |
|
Media |
: |
Modul, slide, lembar KASIH dan KMGS |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
3. Materi
Penunjang
|
Materi Penunjang 1 |
: |
Lomba sikat gigi bersama |
|
Waktu |
: |
2 Jpl (T = 0 Jpl, P = 0 Jpl, PL = 2
Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Meningkatkan pengetahuan peserta
latihan dalam bidang kesehatan khususnya kesehatan gigi dan mulut serta dapat
menyampaikan kepada anggota keluarga lain. |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
Peserta latihan memahami cara menyikat gigi yang baik dan benar |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
Lomba menyikat gigi yang baik dan
benar |
|
Metode |
: |
Curah pendapat, ceramah, tanya jawab,
diskusi dan praktik lapangan |
|
Media |
: |
Modul, video |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
|
Materi Penunjang 2 |
: |
Rencana Tindak Lanjut (RTL) |
|
Waktu |
: |
2 Jpl (T = 0 Jpl, P = 2 Jpl, PL = Jpl) |
|
Tujuan pembelajaran umum |
: |
Peserta mampu menyusun rencana tindak
lanjut (RTL) berdasarkan karakteristik wilayah kerja tempat bertugas |
|
Tujuan pembelajaran khusus |
: |
Peserta mampu: 1. Menjelaskan pengertian dan ruang
lingkup RTL 2. Menjelaskan langkah-langkah
penyusunan RTL 3. Menyajikan RTL |
|
Pokok bahasan dan sub-pokok bahasan |
: |
1. Pengertian dan ruang lingkup RTL 2. Langkah-langkah penyusunan RTL 3. Penyajian RTL |
|
Metode |
: |
Ceramah tanya jawab, Diskusi, dan
Penugasan. |
|
Media |
: |
Lembar penugasan |
|
Alat Bantu |
: |
Laptop |
I. Evaluasi
dan Sertivikasi
1. Evaluasi
Evaluasi yang digunakan selama proses pembelajaran terdiri dari evaluasi
terhadap:
a) Peserta.
b) Pelatih
(fasilitator/CI, asisten CI, pembimbing PL).
c) Penyelenggara.
Evaluasi
yang digunakan selama proses pembelajaran terdiri dari evaluasi terhadap:
a) Peserta,
meliputi:
1) Pri-tes.
2) Pasca-tes.
b) Pelatih
dan fasilitator/CI meliputi:
1) Penguasaan
materi.
2) Ketepatan
waktu.
3) Sistematika
penyajian.
4) Penggunaan
metode dan alat bantu diklat.
5) Empati
gaya dan sikap kepada peserta.
6) Pencapaian
kompetensi sesuai bidang yang diajarkan.
7) Kesempatan
tanya jawab.
8) Kemampuan
menyajikan.
9) Kerja
sama antara fasilitator.
c) Penyelenggara,
meliputi:
1) Pengalaman
peserta dalam pelatihan.
2) Rata-rata
penggunaan metode pembelajaran.
3) Tingkat
semangat peserta untuk mengikuti program pelatihan.
4) Tingkat
kepuasan peserta terhadap proses pembelajaran.
5) Kenyamanan
ruang pelatihan.
6) Penyediaan
alat bantu pelatihan
7) Penyediaan
dan pelayanan bahan belajar (seperti pengadaan dan bahan diskusi).
8) Penilaian
proses pelatihan baik di kelas, maupun di lapangan.
9) Laporan
akhir.
2. Sertifikasi
Penentuan angka kredit pelatihan dilaksanakan
berdasarkan lamanya waktu pelatihan dalam satuan pembelajaran efektif, dimana
peserta yang mengikuti pelatihan selama 30 jam pelajaran akan memperoleh angka
kredit sebanyak 1 (satu).



0 komentar:
Posting Komentar